by

Indonesia Suplai Nikel Untuk Baterai Mobil Listrik

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendukung rencana pemerintah yang sedang mengembangkan mobil listrik untuk mengurangi emisi. Mobil listrik akan menggunakan material nikel sebagai salah satu komponen dalam baterai di dalamnya.

Direktur Utama INCO Nico Kanter di Paparan Publik, Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan “Nikel ini ada dua jenis, kelas satu dan kelas dua. Kelas dua untuk stainlees steel yaitu baja sedangkan kelas satu untuk bahan mobil listrik. Proyek yang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara akan jadi salah satu bahan untuk baterai mobil”.

Nico menegaskan akan mendukung rencana pengembangan mobil listrik mengingat beberapa negara telah lebih dulu mengembangkan mobil listrik tersebut.

“Kalau pemerintah akan mencanangkan, kami mendukung, karena beberapa negara sudah ke arah sana untuk mengurangi emisi, mobil listrik dipandang sebagai alternatif terbaik hingga saat ini. Mungkin bisa sejalan dengan apa yang diinginkan pemerintah saat ini,” ujarnya.

“Tren mobil listrik berdampak positif bagi perusahaan tambang nikel”, jelas Senior Manager of Communications INCO, Budi Handoko.

“Nikel itu kan penggunaannya banyak. Salah satunya sebagai baterai mobil listrik itu. Makanya sekarang harga nikel lumayan ya. Sejak awal tahun sekitar USD 15.000 per ton,” katanya.

“Jadi kebutuhan nikel dunia saat ini kurang lebih 2,2 juta ton per tahun. Kalau kebutuhan baterai masih di sekitar empat persen. Jadi masih rendah sekali. Tapi trennya naik. Kalau kita bandingkan lima tahun lalu, mungkin hanya satu persen sampai dua persen,” tutup dia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed