by

Putra Pendiri Al-Azhar Bekasi Bertekad Berjuang Di Parlemen

Putra Pendiri Al-Azhar Bekasi Bertekad Berjuang Di Parlemen 1

PortalBekasi.com, Mungkin nama H.Faisal Novira A Moeliza, S.Tr tidak begitu familiar di telinga warga Kota Bekasi. Berbeda dengan ayahnya, KH Moehammad Zain, Tokoh perbankan dan ahli di bidang pendidikan ini dikenal sebagai dermawan, Beliau Pendiri beberapa lembaga pendidikan Islam yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah dan atas.

Dimulai pada tahun 80-an didirikannya pendidikan Islam Al Azhar di Bekasi yang terletak di Jl KH Noer Alie Kalimalang, Sekaligus menjadi pionir berdirinya Sekolah-Sekolah Al Azhar di Indonesia, termasuk Al Azhar yang di Perumahan Kemang Pratama dan Al Azhar yang ada di depan kantor Walikota Jakarta Timur.

Selain Al Azhar, Lembaga lain yang didirikan oleh KH.Moehammad Zain adalah lembaga pendidikan Islam Al Hanief yang mengelola pendidikan dari tingkat Kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Kemang Pratama, Bekasi.

Sekolah ini disain untuk memfasilitasi masyarakat kelas menengah atas. “Bapak terpanggil untuk membuka sekolah sekolah di level ini, karena di level ini seringkali menjadi garapan sekolah sekolah non muslim,” kata Faisal dalam percakapan.

Sekolah-sekolah Islam atau madrasah madrasah yang ada saat itu memang lebih priopritas memfasilitasi masyarakat pada umumnya. Disisi lain, pertumbuhan masyarakat Bekasi terus semakin membaik dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang juga membaik. “Karena itulah sedini mungkin Bapak (KH Mohammad Zain) mendirikan Al Azhar di Bekasi sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Faial Adalah Kader yang disiapkan

Faisal adalah kader yang disiapkan oleh KH Mohammad Zain sekaligus ayahnya untuk meneruskan perjuangan sosial masyarakat di Bekasi. Ketika ayahnya sibuk merancang dan mendirikan banyak lembaga pendidikan ini, Faisal memang dikirim ayahnya untuk belajar di tempat tempat istimewa. Meski Faisal lahir di Singapore tapi pendidikan SD, SMP dan SMA nya ditempuh di Jakarta.

Pendidikan dasar menengah sebagai fondasi. Ini bagian terpenting dalam pembinaan pertumbuhan seseorang. Dalam masa inilah Faisal belajar sambil mengenal nilai-nilai Islam termasuk belajar mengaji Al qur’an dan sebagainya di Bekasi.

Selanjutnya, Faisal hijrah ke Sydney menempuh pendidikan Business Management. Pilihannya pada Australia karena pertimbangan profesional. “Sekolah sekolah di Asutralia itu fokus dan lebih serius, apalagi pada bidang bidang management. Makanya banyak anak anak Indonesia memilih melanjutkan pendidikan di Australia sampai saat ini, relatif tidak terlalu jauh dari Jakarta, hanya memerlukan waktu tempuh 7 jam penerbangan Jakarta Sydney” kata Faisal.

Setelah selesai Australia, Faisal meneruskan ke Politeknik Negeri Jakarta. Ini dimaksudkan sebagai pendidikan lanjutan yang secara psikologis menjadi proses adaptasi dengan lingkungan kerja yang ada di Indonesia. “Sesuai bidang awal saya, pilihannya tetap pada bisnis terapan,” katanya.

Sedangkan jenis pendidikan singkat seperti kursus dan lainnya, Faisal menempuhnya tidak hanya di dalam negeri. Pernah di Cairo Mesir mengikuti Konferensi Kependudukan Internasional tatkala bertugas di Kedutaan Besar R.I di Cairo, Mesir. Faisal juga pernah mengikuti beberapa seminar di Singapore dan Tiongkok. Sampai akhirnya, keahliannya itu diterapkan di beberapa institusi di Indonesia, termasuk lembaga sosial seperti ICMI dan lembaga pendidikian yang dibangun ayahnya.

Saat ini, selain aktif di beberapa LSM nasional dan internasional, Faisal mengawal perjalanan lembaga lembaga pendidikan yang dibangun ayahnya. “Ya semacam meneruskan amanah yang diamanatkan Bapak, menjadi tanggungjawab kami agar semua yang telah dibangun Bapak bisa lebih maju dan lebih baik dari yang ada saat ini,” kata Faisal menjelaskan.

Terjun Ke Dunia Politik

Kini, Faisal telah memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Dari Partai Bulan Bintang (PBB), Faisal mencalonkan diri untuk anggota legislatif di tingkat kota Bekasi. Daerah pemilihannya adalah daerah tempat dia tumbuh di masa kecilnya sampai sekarang, yaitu di kawasan Jakasampurna, Kec.Bekasi Barat dan Kec.Medan Satria, Dapil 6.

“Obsesi saya sederhana saja. Bagaimana lingkungan di Kota Bekasi benar benar bisa menjadi lingkungan yang ramah buat pertumbuhan masyarakat. Misalnya, bagaimana lingkungan bermain anak, bagaimana sarana olahraga, bagaimana kebersihannya, bagaimana kenyamanan anak anaknya.

Ini sederhana, tapi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan masa depan anak. “Namun, yang saya cemaskan saat ini, lapangan bermain anak, sarana olah raga di lingkungan nyaris tidak ada yang memikirkan,” katanya.

Untuk itulah ia berpolitik. “Saya berpolitik tidak lain untuk memantapkan perjuangan saya dalam meneruskan cita-cita kesejahtaraan masyarakat kota Bekasi,” katanya.

Kalau ditanya mengapa PBB menjadi pilihannya, ini jelas ada semangat keislaman. Saya menganggap PBB ini masih memiliki benang merah dengan Masyumi. Di partai inilah pernah semangat islam bergelora. Dan kali ini bersama teman teman, kita ingin gelorakan kembali api Islam dari tangan tangan jahil yang ingin memadamkannya,” kata Faisal.

(IR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed