by

Jadi Penasehat Hukum Jokowi, ini Penjelasan Yusril

 

Jadi Penasehat Hukum Jokowi, ini Penjelasan Yusril

PORTAL BEKASI – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengundang Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra untuk memberikan penjelasan mengenai keputusannya menjadi penasehat hukum paslon Capres Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Pertemuan diadakan di Gedung Dewan Dakwah, Senin (12/11) malam di Jalan Kramat Raya 45 Jakarta. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Prof Dr Ir A.M. Saefuddin.

Beberapa tokoh DDII hadir dalam acara tersebut, antara lain KH Cholil Ridwan, KH Muhammad Siddiq, KH Dr Muhammad Alwi, sejumlah ulama dan mahasiswa dari dua Ketua Masyumi terdahulu, Ny Aisyah M Natsir serta Ny Syamsiar, putri Ketua Masyumi terakhir Prawoto Mangkusasmito.

Yusril mengakui keputusan itu pasti akan menjadi kontroversi. Namun dalam waktu singkat dan penjelasan yang intensif, ia yakin hal tersebut akan dapat dipahami. 

Keputusannya menjadi penasehat hukum Jokowi-Ma’ruf adalah murni kepentingan profesi. Namun ia mengakui, langsung atau tidak keputusan tersebut membawa dampak pada urusan partai.

Baca juga :
Sebut Peserta Aksi Demo Bela Tauhid Sebagai Gerombolan, Jimly Asidiqie Diprotes Anggotanya
Putra Pendiri Al-Azhar Bekasi Bertekad Berjuang Di Parlemen

 

Apa yang ia putuskan adalah langkah strategis untuk menjaga agar pemilu berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, sambil memperkuat sisi politik PBB agar mampu menembus ambang batas 4 persen.

Yusril mengatakan, ia akan bertanggung jawab menyelamatkan PBB yang terpuruk selama satu dekade. Ia berusaha membentuk Fraksi PBB di DPR RI yang selama ini kosong.

Yusril juga mengatakan hasil pembicaraannya dengan Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan bagian dari Timses. Dirinya adalah pengacara profesional yang direkrut untuk dimintai saran dan pendapat serta melakukan advokasi hukum jika perlu.

“Seperti Pak Kwik Kian Gie, beliau diminta untuk menjadi penasehat ekonomi Prabwo-Sandi, tetapi Kwik samasekali bukan bagian dari Timses kedua paslon itu,” kata Yusril.

Menanggapi hal tersebut, H. Imam Royan SE, caleg dapil 2 Bekasi Utara mengatakan akan menghormati keputusan Yusril selama tetap profesional.

“Bagaimanapun itu adalah hak beliau (Yusril) sebagai seorang pengacara. Selama tetap menjaga profesionalitas saya akan mendukung keputusan Ketua PBB,” kata Imam saat diwawancara setelah acara pertemuan usai. 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed