by

Ungkap Kasus Suap Meikarta, KPK Telah Periksa 29 Saksi

Ungkap Kasus Suap Meikarta, KPK Telah Periksa 29 Saksi

PORTAL BEKASI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, telah melakukan pemeriksaan terhadap 29 orang saksi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, saksi-saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK terdiri dari petinggi Lippo Group, pejabat Kabupaten Bekasi, pegawai di bidang keuangan hingga pensiunan PNS.

Febri mengatakan, akhir Oktober 2018 CEO Lippo Group James Riady juga rencananya akan diminta keterangannya sebagai saksi.

“Pengiriman surat panggilan sebagai saksi terhadap James Riady sebagai saksi untuk 9 orang tersangka yang direncanakan dilakukan pada akhir Oktober 2018 ini,” kata Febri di gedung KPK, Jumat (26/10).

Pemeriksaan terhadap 29 saksi oleh penyidik KPK itu dilakukan sejak Selasa (23/10) hingga Jumat (26/10). Pemeriksaan itu untuk mengetahui lebih lanjut alur dan proses perizinan Meikarta dari aturan dan prosedur di Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Selain itu, proses rekomendasi tahap 1 dari Pemerintah Provini Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait izin Meikarta.

Baca juga:  9 Fakta Terkait Kasus Korupsi Bupati Bekasi

Selanjutnya, alur dan proses internal di Lippo Group terkait dengan perizinan Meikarta. Hal lain yang ingin diketahui ialah sumber dana dugaan suap terhadap Bupati Bekasi nonkatif Neneng Hasan Yasin dan beberapa bawahannya.

“KPK juga mendalami apakah ada atau tidak, perbuatan korporasi dalam perkara ini,” kata Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan 9 orang tersangka, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, dan Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Selain itu juga ada Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar , Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.

Baca juga:  PBB Kota Bekasi Bertekad Merebut Suara Ummat Islam Kota Bekasi Pada Pileg 2019 Mendatang

Neneng Hasanah beserta anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji oleh para petinggi Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta pada lahan seluas 774 hektare. Uang suap itu dibagi dalam tiga tahap pemberian. Neneng baru mendapatkan Rp 7 miliar dari Lippo Group.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed