by

Layanan Online Simpaduk Disdukcapil Kota Bekasi buat Warga Bingung

Layanan Online Simpaduk Disdukcapil Kota Bekasi buat Warga Bingung

PORTAL BEKASI – Warga masih kebingungan menggunakan layanan online Simpaduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi.

Layanan Simpaduk Disdukcapil Online di Bekasi tersebut sudah berlaku sejak Senin (5/11/2018) dan masih dalam tahap uji coba selama satu minggu ke depan.

Warga yang datang ingin mengurus dokumen kependudukan mengaku saat datang langsung iarahkan menggunakan Layanan Online tersebut.

“Iya ini iarahkan pakai online, saya malah bingung gimana caranya,” kata Dian (24), warga Bekasi Selatan, Selasa (6/11/2018).

Dian mengatakan, meskipun papan petunjuk penggunaan layanan online terpajang di kaca maupun banner depan Kantor Disdukcapil, ia tetap kesulitan melakukan langkah-langkah pendaftaran itu.

“Bingung, tidak mengerti. Lebih baik manual saja. Harus ada petugas yang stand by supaya kita bisa bertanya dan minta diajarkan bagaimana caranya. Ini malah diarahkan begitu saja pakai online,” katanya.

Sesekali mereka menggerutu karena gagal saat melakukan pendaftaran dan mengurus kependudukan dengan layanan online Simpaduk ini.

“Tahu nih, dicoba tidak bisa-bisa, salah mulu. Jadi ribet, mana internet saya lemot lagi,” kata Yati (40), warga Medan Satria.

Yati mengaku bahwa ia belum mengetahui pelayanan online pengurusan dokumen kependudukan.

baca juga :

PBB Kota Bekasi Bertekad Merebut Suara Ummat Islam Kota Bekasi Pada Pileg 2019 Mendatang

 

Wajib online

Sebelumnya diberitakan warga mulai diwajibkan menggunakan Layanan Online Simpaduk dalam mengurus dokumen kependudukan.

Layanan online itu bisa diakses dengan mengunduh aplikasi Simpaduk Kota Bekasi maupun website www.simpaduk.bekasikota.go.id.

Jamus Rasyidi, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, mengatakan, per Senin 5 November 2018 warga mulai diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut dalam mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk Elektronik, Surat Keterangan Pindah (SKPWNI) dan Surat Keterangan Datang (SKDWNI).

“Ya kita sudah mulai terapkan hari ini dan masih dalam proses uji coba. Kita akan lakukan perbaikan-perbaikan dan evaluasi jika ada kekurangan dan kendala,” katanya saat dihubungi, Senin (5/11).

Ia menjelaskan, tujuan penerapan layanan online itu untuk mempermudah warga agar tidak antre  saat datang ke kantor Disdukcapil maupun di tempat pelayanan Dukcapil lainnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed