by

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Membuka Peluang Investasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), menawarkan sejumlah peluang bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah setempat.

“Ada peluang investasi pada 2018 ini di Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu [PMPTSP] Jawa Barat, Dadang Mohamad, di Hotel Horison Bekasi

Peluang investasi itu, di antaranya pengembangan wisata Tenjo Land dan Curug Puncak Jeruk di Kabupaten Sukabumi, serta tempat wisata Tanjungsari dan Tegalwaru di Kabupaten Bogor.

Selain itu, peluang pembangunan infrastruktur seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) SPAM dan Microcell Pole di Bandung Raya serta Pengembangan Bandar Nusawiru di Pangandar dan kerjasama Pengembangan Lahan Perhutani.

“Jawa Barat merupakan wilayah dengan jumlah penduduk mencapai 47,38 jiwa. Oleh sebab itu, potensi pasar di wilayah tersebut sangat menjanjikan.” ujar Dadang

“Populasi jumlah penduduk di Jawa Barat menjadi yang terbesar di Indonesia. Dengan jumlah besar tersebut, menjadikan market di wilayah ini sangat potensial,” ujar Dadang.

Menurutnya, dengan market yang cukup besar itu, membuat investasi di wilayah Jawa Barat pada 2017 lalu menembus angka sebesar Rp107,06 triliun. Realiasi investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp68,67 triliun dan Penananaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp38,39 triliun.
“Realisasi investasi pada 2017 sebesar Rp107,06 triliun meningkat dari 2016 sebesar Rp105,35 triliun. Pada tahun lalu PMA Rp74,99 triliun dan PMDN Rp30,36 triliun,” terangnya.

Dadang mengatakan, ada 5 negara yang menjadi top investor berdasarkan nilai investasinya. Di antaranya, Jepang dengan investasi Rp25.626.570.950.000, Singapura Rp12.801.693.980.000, Belanda Rp7.035.614.450.000, Korea Selatan Rp4.359.820.690.000, dan Brazil Rp3.077.272.160.000.

Lanjutnya, Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang paling diminati dengan rasio investasi 30,48 persen. Disusul Kabupaten Karawang dengan rasio investasi 27,08 persen, Kabupaten Bogor 5,97 persen, Kota Bogor 4,85 persen dan Kabupaten Cirebon 4,58 persen.

“Industri kendaraan bermotor dan alat tranporasi lain menjadi sektor yang paling diminati investor. Selanjutnya, ada sektor industri logam, mesin dan elektronika, perumahan kawasan industri dan perkantoran, industri makanan, serta transportasi, gedung dan komunikasi,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed